Jumat, 15 Maret 2013

Anatomi Batang


ANATOMI BATANG

DISUSUN
OLEH

ANDI ANDREAN SIHOMBING
( 4113220002 )


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (FMIPA)
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN (UNIMED)
2012





KATA PENGANTAR

        Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena saya dapat menyusun makalah ini. Penyusunan makalah ini disusun untuk memenuhi tugas anatomi tumbuhan tentang batang. Selain itu tujuan dari penyusunan makalah ini juga untuk menambah wawasan tentang batang.
            Akhirnya saya menyadari bahwa makalah ini sangat jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati, saya menerima kritik dan saran agar penyusunan makalah selanjutnya menjadi lebih baik. Untuk itu saya mengucapkan banyak terima kasih dan semoga makalah ini bermanfaat bagi para pembaca.



  



Daftar isi

Cover...........................................................................................................................................i
Kata pengantar...........................................................................................................................ii
Daftar isi....................................................................................................................................iii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar belakang......................................................................................................................1
1.2  Tujuan...................................................................................................................................2
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian dan fungsi batang...............................................................................................2
2.2 Anatomi batang secara umum..............................................................................................4
2.3 Anatomi batang dikotil........................................................................................................6
2.4 Pertumbuhan sekunder batang dikotil.................................................................................7
2.5 Anatomi batang monokotil..................................................................................................9
2.6 Pertumbuhan sekunder batang monokotil..........................................................................10
2.7 Perbedaan batang monokotil dan dikotil............................................................................11
BAB III
PENUTUP
3.1 kesimpulan.........................................................................................................................13
3.2 Daftar pustaka....................................................................................................................14




BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
            Banyak hal yang kita ketahui namun tidak kita pahami. Ada pula hal yang kita pahami namun tak dapat kita bagi untuk diajarkan. Misalnya saja pelajaran mengenai tumbuhan. Sejak masih sekolah dasar hingga lulus SMA, kita pasti mendapat pelajaran mengenai tumbuhan. Apa yang selama ini kita pelajari tentunya sama. Namun yang berbeda adalah bagaimana kita dalam memahami dan menerima apa yang diberikan.
            Ilmu mengenai batang tumbuhan tentunya sudah pernah diajarkan saat kita bersekolah SD sampai SMA. Tujuan dari disusunnya makalah ini adalah untuk  berbagi apa yang kita ketahui mengenai batang tumbuhan lewat diskusi padamateri kuliah botani. Sehingga kita semua dapat memahami dengan lebih dalam tentang bagaimana sistematika tumbuhan melangsungkan kehidupannya.
1.2 Tujuan
Tujuan disusunnya makalah ini adalah:
·         Agar manusia lebih paham secara mendalam mengenai batang tumbuhan dari segala aspek dari pandangan menurut botani.
·         Mengetahui struktur anatomi batang pada tumbuhan dikotil dan monokotil
·         Meningkatkan keaktifan mahasiswa dalam menyiapkan suatu materi diskusi.




BAB 2

PEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN DAN FUNGSI BATANG

1)                  Pengertian batang
            Batang merupakan bagian dari tumbuhan yang amat penting,dan mengingat kedudukan batang bagi tubuh tumbuhan, batang dapat disamakandengan sumbu tubuh tumbuhan. Pada umumnya batang mempunyai sifat-sifat berikut :
·         Umumnya berbentuk panjang bulat seperti silinder atau dapat pula mempunyai bentuk lain, akan tetapi selalu bersifat aktinomorf.
·         Terdiri atas ruas-ruas yang masing-masing dibatasi oleh buku-buku dan pada buku-buku inilah terdapat daun.
·         Biasanya tumbuh ke atas menuju cahaya atau matahari (bersifat fototrop atau heliotrop)
·         Selalu bertambah panjang diujungnya, oleh sebab itu sering dikatakan, bahwa batang mempunyai pertumbuhan yang tidak terbatas.
·         Mengadakan percabangan dan selama hidupnya tumbuhan, tidak digugurkan, kecuali kadang-kadang cabang atau ranting yang kecil.
·         Umumnya tidak berwarna hijau, kecuali tumbuhan yang umurnya pendek, misalnya rumput dan waktu batang masih muda
            Batang yang diumpamakan sebagai sumbu tubuh tumbuhan. Bagian ini umumnya tumbuh di atas tanah. Arah tumbuh batang tumbuhan menuju sinar matahari. Umumnya batang bercabang ,tetapi pada tumbuhan tertentu batangnya tidak memiliki cabang seperti pada tumbuhan pisang kelapa ,dan pepaya. Struktur batang terdiri atas epidermis, korteks, endodermis,dan silinder pusat(stele).silinder pusat pada batang ini terdiri atas beberapa jaringan yaitu empulur, perikardium dan berkas pengangkut yaitu xilem dan floem batang berkayu memiliki kambium.
            Kambium mengalami dua arah pertumbuhan yaitu ke arah dalam dan ke arah luar. Ke arah dalam, kambium membentuk kayu ,sedangkan ke arah luar membentuk kulit. Karena pertumbuhan kambium inilah batang tumbuhan bertambah besar. Contoh tumbuhan yang memiliki batang jenis ini, antara lain jati, mangga, dan meranti. Tumbuhan batang rumput memiliki ruas-ruas dan umumnya berongga. Batang jenis ini mudah patah dan tumbuhannya tidak sebesar batang berkayu. Tumbuhan batang rumput memiliki ruas-ruas .

2)                  Fungsi batang
            Umumnya , warna batang muda adalah hijau muda, sedangkan warna batang yang telah tua adalah kecoklat- coklatan.Bagi tumbuhan ,batang memiliki beberapa kegunaan, antara lain sebagai penopang ,pengangkut air dan zat zat makanan, penyimpan makanan cadangan, serta sebagai alat perkembangbiakan.
            a. Penopang
      Fungsi utama batang adalah menjaga agar tumbuhan tetap tegak dan menjadikan daun sedekat mungkin dengan sumber cahaya ( khususnya matahari ). Batang tumbuh makin tinggi atau makin panjang. Hal ini menyebabkan daun yang tumbuh pada batang makin mudah mendapatkan cahaya. Pengaruh cahaya pada tumbuhan akan kamu pelajari di kelas lima.
      b. Pengangkut.
            Batang berguna sebagai pengangkut air dan mineral dari akar kedaun. Selain itu, batang berperan penting dalam proses pengangkutan zat-zat makanan dari daun ke seluruh bagian tumbuhan.
            c. Penyimpan.
            Pada beberapa tumbuhan, batang berfungsi sebagai penyimpan makanan cadangan. Misalnya, batang pada tumbuhan sagu. Makanan cadangan disini juga bisa berwujud air, Misalnya, pada tumbuhan tebu dan kaktus. Makanan cadangan ini akan digunakan saat diperlukan.
            d. Alat perkembangbiakan.
            batang juga berfungsi sebagai alat perkembangbiakan vegetatif.Hampir semua pertumbuhan vegetatif, baik secara alami maupun buatan,menggunakan batang.Bagi manusia, batang tumbuhan yang membentuk kayu dapat dimanfaatkan, antara lain, untuk membuat perabot rumah tangga,contohnya batang pohon jati; untuk bahan makanan, contohnya sagu,asparagus; untuk bahan industri, contohnya tebu dan bambu.








2.2  ANATOMI BATANG SECARA UMUM

http://htmlimg2.scribdassets.com/sef96rjy8s5wtc/images/4-2f62953d7c.jpg
            Apabila Apabila batang dipotong secara melintang maka secara umum batang akandibagi menjadi bagian-bagian seperti berikut:
1.Epidermis
            Jaringan epidermis merupakan jaringan tubuh tumbuhan yang terletak  paling luar. Biasanya epidermis hanya terdiri dari selapis sel yang berbentuk pipih dan rapat. Fungsi jaringan epidermis adalah sebagai pelindung jaringan di dalamnya serta sebagai tempat pertukaran zat. Ciri-ciri jaringan epidermis adalah:
·         Tersusun dari sel sel hidup
·         Terdiri atas satu lapis sel tunggal
·         Beragam bentuk, ukuran dan susunannya, tetapi biasanya tersusun rapat tidak ada ruang antar sel.
·         Tidak memiliki klorofil.
·         Dinding sel jaringan epidermis bagian luar yang berbatasan dengan udara mengalami penebalan , sedangkan dinding sel jaringan epidermis bagian dalam yang berbatasan dengan jaringan lain dinding selnya tetap tipis.
Jaringan epidermis mengalami modifikasi membentuk derivat jaringan epidermis, misalnya :
·         Stomata
·         Trikomata (rambut-rambut),
·         Spina (duri),
·         vilamen
·         sel kipas
·         sel kersik
·         (sel silika).

Selain itu, fungsi epidermis secara umum dapat dijabarkan sebagai berikut,yaitu :
·         Sebagai pelindung terhadap hilangnya air karena adanya penguapan
·         Sebagai pelindung terhadap kerusakan mekanik
·         Sebagai pelindung terhadap perubahan temperature
·         Sebagai pelindung terhadap hilangnya zat-zat makanan
2. Korteks dan empulur Korteks dibagi menjadi beberapa lapisan, yaitu :
·         Lapisan luar korteks yang berupa kolenkim (jaringan dalam tumbuhan yang berfungsi sebagai bahan penguat, pada dinding selnya mengalami penebalan) dan parenkim (jaringan yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan atau tempat penimbunan zat makanan).
·         Lapisan dalam korteks yang mengandung parenkim berkloropas serta tidak mengandung endodermis tapi zat pati.
Empulur , yaitu bagian lunak yang terdapat di tengah-tengah batang dan merupakan hasil pertumbuhan sekunder. Empulur tersusun dari sel parenkim dan meiliki ruang antar sel yang banyak.
3.Stele
            Sistem pembuluh berperan penting dalam memecahkan masalah-masalah filogenetik. Van Tieghem dan Douliot (dalam Fhn, 1990) mengajukan teori yaitu teori stele untuk menjelaskan struktur dari poros tumbuhan. Menurut teori tersebut struktur anatomi akar dan batang adalah sama yaitu korteks mengelilingi bagian pusat yaitu stele. Stele merupakan sistem jaringan primer yang terdiri atas satuan berkas pengangkut beserta jaringan dasar pengangkutnya , baik tersusun sederhana maupun yang komleks.
            Pada batang tumbuhan dikotil , stele tersusun atas perisikel ( perikambium ), berkas pengangkut dan empulur. Berkas pengangkut letaknya dipisahkan satu dengan yang lainnya oleh deretan sel sel parenkim yang tersusun radial disebut jari jari empulur, sedangkan pusat dari organ batang yang tersusun dari sel sel parenkim disebut empulur.sedangkan pada tumbuhan monokotil, korteks dan empulur tidak dapat dibedakan dengan jelas sehingga disebut jaringan dasar saja. Berkas pengangkut bervariasi dalam ukuran dan susunannya. Letak floem dan xilem bervariasi
            Tipe stele dapat dibedakan menjadi 2 kelompok dasar yaitu protestele , dengan sumbu xilem padat tanpa empulur, dikelilingi floem; dan sifonostele dengan xilem tidak padat, melainkan memiliki silinder parenkim di tengah:
Ø  Protestele
            Tipe ini merupakan tipe primitif stele. Jaringan angkut berupa massa yang utuh dan bagian sentral xilem secara menyeluruh dilingkupi oleh berkas floem.ada beberapa tipe untuk protostele, yaitu:
·         Haplostele, merupakan tipe yang paling sederhana. Pada penampang melintang xilem lebih kurang berbentuk lingkaran berada di pusat dan di kelilingi oleh floem, contohnya pada batang Selaginella dan Rhynia.
·         Aktinostele, bagian xilem di tengah dengan tepi tidak rata,melainkan berombak seingga berbentuk bintang, contohnya pada batang Lycopedium dan Psilotum, dan pada umumnya pada akar.
·         Plektostele, merupakan tipe yang paling maju dan protestele. Pada bagian tengah berupa xilem yang terbelah menjadi sejumlah papan papan dan silinder kecil yang sejajar dengan satu saa lain, sedangkan floem ada di sela selanya, contoh batang Lycopedium annotinum.

Ø  Sifonestele
            Tipe ini merupakan modifikasi protestele, karena adanya empulur di bagian tengah yang terdiri atas sel sel parenkim. Sifonestele dibedakanberdasarkan kedudukan floem dan xilem menjadi:
·         Sifonestele ektofloik, empulur dikelilingi noleh xilem yang konsentris , dan xilem dikelilingi oleh floem yang konsentris, cntohnya pada batang Selaginella.
·         Sifonostele amfifloik, dengan floem konsentrs sebelah luar dan floem konsentris sebelah dalam dari silinder xlem, mengelilingi empulur, conth batang Adiantum dan Marsilea.
·         Diktiostele, merupakan tipe sifonestele amfifloik dengan banyak jendela daun. Ikatan pembuluh terpisah dan mempunyai tipe konsentris amfikribal, secara individu ikatan pembuluh yang demikian disebut meristele. Meristele merupakan tipe stele pada daun.
·         Eustele, modifikasi sifonestele dimana berkas pembuluhnya kolateral atau bikolateral, umumnya terletak disebelah tepi empulur.
·         Ataktostele, tipe stele ini dengan letak berkas pembuluh tersebar, umunya terdapat pada batang monokotil. Tipe berkas pengangkutnya mungkinkolateral tertutup atau konsentris amfivasal.

2.3  ANATOMI BATANG DIKOTIL
            Pada batang dikotil muda terdapat tiga daerah yaitu:
1.      Epidermis batang dikotil
            Epidermis tersusun dari selapis sel dan merupakan lapis terluar batang. Epidermis mempunyai stomata dan menghasilkan berbagai tipe trikoma. Dinding sel luar sangat tebal dan banyak mengandung kitin. Sel sel teratur rapat dan tidak ada ruang antar sel. Pada irisan melintang sel sel tampak berbentuk hampir empat persegi panjang. Fungsi epidermis terutama dalam membatasi kecepatan proses transpirasi dan melindungi jaringan yang terletak di bawahnya dari kerusakan mekanik dan dari organisme yang menyebabkan penyakit.
2.      Korteks batang dikotil
            Daerah yang terletak langsung setelah epidermis adalah korteks. Lapisan terdalam korteks adalah endodermis , yang dikenal juga sebagai sarung tepung. Endodermis terdiri atas selapis sel yang mengelilingi stele dan banyak mengandung banyak butir tepung. Seringkali pembedaan endodermis dengan jaringan sekitarnya yang paling mudah ialah melalui keberadaan butir butir teping tersebut.
            Korteks batang terdiri dari jaringan:
a)      Kolenkima
b)      Parenkima
c)      Sklerenkima
d)     Endodermis

3.      Stele batang dikotil
            Bagian batang yang terletak di sebelah dalam korteks disebut stele. Stele terdiri atas tiga daerah pokok, yaitu perisikel, daerah berkas vaskular dan empulur.
a)      Perisikel
            Daerah diantara berkas vaskular dan korteks disebut perisikel. Umumnya tersusun dari sel sel parenkima dan sklerenkima, namun demikian sel sel sklerenkima mungkin tidak ditemukan.sklerenkima dapat dijumpai dalam susunan sebagai kelompok kelompok yang terpisah atau sebagai lingkaran tak terputus di bagian pinggir luar pada perisikel, yang membentuk garis batas yang tajam antara stele dan korteks.
b)      Berkas vaskular
            Berkas pengangkut pada batang dikotil seperti yang tampak pada irisan melintang, terletak dalam bentuk garis besarnya sebagai lingkaran yang putus putus. Setiap berkas vaskular terdiri atas tiga bagian yaitu xilem, floem dan kambium. Bagian yang terdekat dengan pusat batang , berisi sel sel berdinding tipis dan dikenal dengan sebutan xilem.bagian tepi luar berkas tersebut tersusun dari sel sel berdinding tebal dan dikenal dengan floem. Xilem dan floem dipisahkan oleh lapisan kambium yang tersusun dari sel sel merismatik.
Gb. Batang dikotil





2.4  PERTUMBUHAN SEKUNDER BATANG DIKOTIL
            Tubuh primer suatu tumbuhan berkembang dari merisetem apikal. Pada tumbuhan dikotil selain jaringan primer permanen sebagai fundamen tumbuhan,terjadi pertumbuhan lebih jauh terutama dalam ketebalan akibat aktivitas kambium. Jaringan yang terbentuk pada pertumbuhan sekunder disebut jaringan sekunder. Jaringan sekunder ada dua tipe jaringan vaskuler sebagai hasil perkembangan kambium vaskuler, dan jaringan gabus dan feloderma sebagai hasil
            perkembangan felogen( kambium gabus). Jari-jari empulur berkembang secara radial seperti sebuah pita  pada xilem sekunder. Jari-jari empulur berkembang dari  kambium jari-jari empulur.Kambium ke arah dalam membentuk xilem sekunder dan ke arah luar  membentuk floem sekunder. Sementara kambium gabus menghasilkan feloderma dan jaringan gabus ke arah luar. Xilem sekunder pada batang perennial  umumnya tersusun atas lapisanlapisan konsentris, yang masing-masing menunjukkan musim.Lapisan-lapisan melingkar seperti cincin disebut lingkaran tahun .Lebar lingkaran tahun beragam tergantung laju pertumbuhan suatu pohon.xilem sekunder terdiri atas satu massa sel sel berdinding tebal yang rapi, tersusun sedemikian dan membentuk dua sistem, yaitu sistem longitudinal ( vertikal ) dan sistem horizontal. Sistem longitudinal terdiri atas sel sel memanjang yang tumpang tindih dan saling mengunci( yaitu trakeida, serabut dan unsur unsur trakea ) dan deretan longitudinal sel sel parenkima. Semua sel ini memiliki sumbu panjangnya sejajar dengan sumbu panjang organ yang ditempatiny.
Gb. Periderm

    Gb. Batang yang telah mengalami pertumbuhan sekunder

2.5  ANATOMI BATANG MONOKOTIL
            Batang monokotil sama dengan batang dikotil, memiliki epidermis, korteks dan stele. Korteks bisa berkembang baik atau tidak nyata.Struktur dan susunan berkas vaskuler terutama yang membedakan batang dikotil dan monokotil.Berkas vaskuler tersebar,termasuk juga pada empulur sehingga tidak ada batas yang jelas antara korteks dan empulur.Berkas vaskuler monokitil tidak memiliki kambium, sehingga tidak mengalami penebalan sekunder.masing masing bekas vaskuler diselubungi selubung berkas pengangkut yang tersusun dari jaringan sklerenkim.tampilan anatomi batang yang khas dan yang paling mencolok ialah sebagai berikut:
·         Berkas vaskular banyak
·         Stele terpecah pecah menjadi berkas berkas yang tersebar dalam jaringan dasar sumbu
·         Endodermis tidak ada. Korteks, perisikel dan empulur tidak terdferensiasi karena kehadiran berkas berkas vaskuler yang tersebar di seluruh sumbu
·         Tipe berkas vaskular ialah tipe kolateral tertutup
·         Berkas lacak daun banyak.lacak daun pada saat masuk batang menusu dalam
·         Setiap berkas pengangkut dibungkus oleh selubung sklerenkimatis yang berkembang biak
·         Berkas vaskular biasanya oval
·         Floem hanya tersusun dari buluh tapis dan sel pengiring
·         Empulur tidak dapat ditentukan
·         Biasanya mempunyai hipodermis yang sklerenkimatis
·         Biasanya tidak ada trikoma


2.6  PERTUMBUHAN SEKUNDER BATANG MONOKOTIL

            Pertumbuhan sekunder terjadi pada tumbuhan herba dan tumbuhan berbagai Liliflorae dan tumbuhan monokotil lainnya. Kambium berfungsi pada bagian sumbu yang telah selesai pertumbuhan memanjangnya.Kambium ini muncul dalam parenkima yang berada di luar berkas berkas vaskular. Bagian sumbu tempat pemunculan kambium ini kadang kadang disebut korteks dan kadang kadang disebut perisikel.
            Pada Dracaena, kambium mucul di parenkima yang berada di sebelah luar berkas berkas pengangkut terluar, yaitu di daerah yang kadang kadang disebut sebagai korteks atau sebagai perisikel. Kambium ke arah ke dalam membentuk jaringan yang biasanya berdiferensiasi menjadi berkas berkas vaskular yang tetap dipisahkan antara yang satu dengan yang lainnya oleh jaringan berlignin, kadang kadang jaringan ini tetap tidak berlignin dan berdinding tipis. Kambium tersebut ke arah luar menghasilkan sel sel yang berkembang menjadi parenkima.
            Pada palem, batangnya mengalami penambahan ukuran keliling bukan oleh aktivitas kambium, melainkan penebalan ukuran tersebut sebagai akibat sel sel parenkima pusat dan serabut uar pada selubung berkas vaskular yang belum terdiferensiasi penuh melanjutkan pembelahan, dan penambahan secara berangsur ukuran sel sel dan ruang antar sel jaringan dasar serabut. Tipe penebalan ini disebut penebalan sekunder pencar.


           
Gb.Batang Monokotil




2.7  PERBEDAAN BATANG MONOKOTIL DAN DIKOTIL
Dikotil :
       I.            Ikatan Pembuluh : tersusun atas sebuah cincin di antara dua daerah jaringan dasar, yaitu daerah tengah yang lebar dan daerah pinggir yangsempit (korteks).
    II.            terdapat kambium intervasikuler yang dapat mengadakan pertumbuhansekunder yang mengakibatkan bertambah besarnya diameter batang.
 III.            Epidermis, mengalami penebalan zat gabus dan kutikula, termodifikasimembentuk lenti sel.

Monokotil :
       I.            Ikatan pembuluh : tersusun tidak seperti cincin, melainkan terletak tak  beraturan pada seluruh penampang.
    II.            Tidak adanya kambium pada Monokotil menyebabkan batang Monokotil tidak dapat tumbuh membesar
 III.            Epidermis dengan stomata dan bulu-bulu akar

MONOKOTIL
PERBEDAAN
DIKOTIL
TIDAK ADA
CABANG
ADA
TERSEBAR
JARINGAN PENGANGKUT
TERATUR
TIDAK ADA
KAMBIUM
ADA
BESAR/ADA
RONGGA UDARA
TIDAK ADA




http://1.bp.blogspot.com/-uSEdLmGqLGg/Tf2gCQEOrNI/AAAAAAAAAjA/McWYiBlHlR0/s1600/Batang+Tumbuhan.gif
Jaringan pembuluh pada tanaman (a) Monokotil (b)dikotil




BAB III

3.1 PENUTUP
A.Kesimpulan
            Batang merupakan bagian dari tumbuhan yang amat penting, dan mengingat kedudukan batang bagi tubuh tumbuhan, batang dapat disamakan dengan sumbu tubuh tumbuhan.
Batang memiliki sifat :
·         Umumnya berbentuk silinder.
·         Terdiri atas ruas-ruas yang masing dibatasi oleh buku-buku
·         bersifat fototrop atau heliotrop
·         Selalu bertambah panjang di ujungnya
·         Mengadakan percabangan dan selama hidupnya tumbuhan
·         Umumnya tidak berwarna hijau
            Batang pada tumbuhan dikotil dan monokotil dapat sangat jelas dilihat perbedaannya dilihat dari morfologi dan struktur anatomi bagian dalam batang.
Dikotil :
·         Ikatan Pembuluh : tersusun atas sebuah cincin di antara dua daerah jaringan dasar, yaitu daerah tengah yang lebar dan daerah pinggir yangsempit (korteks).
·         terdapat kambium intervasikuler yang dapat mengadakan pertumbuhansekunder yang mengakibatkan bertambah besarnya diameter batang.
·         Epidermis, mengalami penebalan zat gabus dan kutikula, termodifikasimembentuk lenti sel.

Monokotil :
·         Ikatan pembuluh : tersusun tidak seperti cincin, melainkan terletak tak  beraturan pada seluruh penampang.
·         Tidak adanya kambium pada Monokotil menyebabkan batang Monokotil tidak dapat tumbuh membesar
·         Epidermis dengan stomata dan bulu-bulu akar



3.2 DAFTAR PUSTAKA

Loveless, A.R. 1991. Prinsip – Prinsip Biologi Tumbuhan untuk Daerah Tropik 1. Jakarta :
            PT. Gramedia
Tjitrosoepomo, Gembong. 2009.Morfologi Tumbuhan.Yogyakarta: Gadjahmada University          Press
DAFTAR WEBSITE
/www.idonbiu.com/2009/10/terdapat-perbedaan-antara- batang.html
http://ninityulianita.wordpress.com/2009/07/29/anatomi-tumbuhan/




2 komentar: