Jumat, 15 Maret 2013

AMPHIBIA IN SUMATRANUS


AMPHIBIA IN SUMATRANUS


Meskipun Indonesia kaya akan jenis amfibi, tetapi penelitian mengenai
amfibi di Indonesia masih sangat terbatas. Pulau Sumatera sebagai salah satu
pulau besar, belum banyak dilakukan penelitian mengenai amfibi, baru terbatas
di Kawasan Ekosistem Leuser (Mistar 2003), Sumatera Barat (Inger & Iskandar
2005), Sumatera Selatan (Sudrajat 2001) dan di Taman Nasional Bukit Barisan
Selatan (HIMAKOVA 2004, Ul-Hasanah 2006). Pulau Sumatera sebagai pulau
dengan beragam ekosistem dari pantai sampai pegunungan, memungkinkan
menjadi habitat berbagai jenis amfibi, bahkan masih memungkinkan untuk
menemukan catatan baru seperti Philautus sp. dan Leptobrachium sp. di Taman
Nasional Bukit Barisan Selatan (Ul-Hasanah 2006) dan Megoprys parallela di
Sumatera Barat (Inger & Iskandar 2005).

PT Rimba Karya Indah (PT RKI) merupakan perusahaan yang
berkedudukan di Jambi dan bergerak dibidang HPH. Sesuai dengan Surat
Keputusan Menteri Kehutanan No. 119/Kpts-IV/88 tanggal 29 Februari 1988,
perusahaan telah memperoleh Hak Pengusahaan Hutan seluas 87.000 ha yang
terletak di wilayah Provinsi Jambi untuk jangka waktu 20 tahun terhitung sejak
tanggal 12 Januari 1987. Areal yang dikelola perusahaan, diantaranya
merupakan hutan alam tanah kering seluas 51.500 ha dan sisanya 35.000 ha
merupakan hutan tanah rawa.

PT RKI telah meninggalkan wilayahnya sejak tahun 1999. Masyarakat
sekitar hutan masuk dan merubah wilayah tersebut menjadi kebun karet dan
kebun sawit. Perubahan kondisi habitat dan aktivitas manusia seperti itu akan
berpengaruh terhadap keanekaragaman amfibi yang terdapat di dalamnya.
Setiap jenis amfibi memiliki karakteristik habitat yang disukai, bahkan jenis
tertentu memerlukan habitat yang spesifik. Beberapa jenis hanya dapat hidup di
dalam hutan primer dan jenis lain dapat hidup di beragam habitat, mulai dari
hutan sampai ke pemukiman penduduk.

Keanekaragaman jenis merupakan salah satu variabel yang berguna bagi
tujuan manajemen dalam konservasi. Perubahan dalam kekayaan jenis dapat
digunakan sebagai dasar dalam memprediksi dan mengevaluasi respon
komunitas tersebut terhadap kegiatan manajemen (Nichols et al. 1998).
Berdasarkan uraian di atas maka penelitian tentang keanekaragaman amfibi di
Eks-HPH PT RKI perlu dilakukan untuk mendata komunitas amfibi yang ada di
berbagai tipe habitat
Jumlah jenis amfibi yang berhasil ditemukan pada seluruh lokasi penelitian
di Eks-HPH PT RKI yaitu sebanyak 37 jenis dari 5 famili dimana 33 jenis dijumpai
dalam plot pengamatan dan 4 jenis di luar plot pengamatan (Tabel 4). Jumah
jenis dari masing-masing famili antara lain famili Bufonidae (5 jenis), famili
Megophryidae (3 jenis), famili Microhylidae (3 jenis), famili Ranidae (15 jenis),
dan famili Rhacophoridae (11 jenis) Dari 402 individu dari 33 jenis amfibi yang ditemukan, famili Ranidae memiliki jumlah individu terbanyak (76,62%), setelah famili Rhacophoridae
(13,18%), famili Bufonidae (6,47%), famili Megophryidae (2,24%), dan famili
Microhylidae (1,49%). Sedangkan spesies yang memiliki jumlah individu yang
terbanyak adalah Rana chalconota (23,63%) dan Rana erythraea (20,90%),
sedangkan jenis yang memiliki jumlah individu paling sedikit adalah Microhyla
borneensis, Limnonectes microdiscus, Limnonectes paramacrodon, Polypedates
colletii, Rhacophorus cyanopunctatus, Rhacophorus sp.1, Rhacophorus sp.2
sebesar 0,25%. Jenis-jenis tersebut hanya ditemukan satu individu.

Terdapat tiga jenis katak pohon belum teridentifikasi yang ditemukan di
Eks-HPH PT RKI (Rhacophorus sp.1, Rhacophorus sp.2, dan Rhacophorus
sp.3). Rhacophorus sp.1 ditemukan di hutan sekunder, berwarna kecokalatan
dengan titik-titik hitam, memiliki ciri-ciri empat jari tangan tidak berselaput penuh.
Terdapat tonjolan pada sendi tibiotarsal serta di sisi kaki dan tangan terdapat
kulit yang bergerigi. Jenis ini termasuk ke golongan Rhacophorus appendiculatus
(Kurniati pers.com)1.

Rhacophorus sp.2 memiliki warna putih saat masih hidup, mata besar, dan
badan ramping. Empat jari tangan tidak berselaput penuh dan di femur terdapat
warna kuning. Jenis ini ditemukan di areal bekas tebangan di antara semak.
Rhacophorus sp.3 ditemukan di hutan primer. Habitatnya sangat spesifik di
sekitat kubangan dengan tumbuhan bawah di sekitarnya. Jenis ini juga pernah di
temukan oleh Kurniati dan memiliki habitat yang sama. Jenis ini memiliki warnacoklat dan dapat berubah warna jadi kemerahan. Empat jari tangan tidak
berselaput penuh. Terdapat bintik-bintik berwarna hitam dari selaput sampai
tarsus dan di punggung terdapat titik berwarna kekuningan yang merupakan ciri
khas dari jenis ini.

Jenis yang ditemukan di akuatik (26 jenis) lebih tinggi daripada jenis yang
ditemukan di terestrial (23 jenis). Empat belas jenis diantaranya hanya
ditemukan di habitat akuatik dan sebelas jenis hanya ditemukan di habitat
terestrial. Jenis Rhacophorus nigropalmatus dan Rhacophorus reinwardtii
ditemukan di habitat terestrial, tetapi biasanya kedua jenis ini hidup tidak jauh
dari air seperti genangan atau kubangan. Sebanyak 18 jenis merupakan jenis
yang spesialis, umumnya jenis-jenis tersebut merupakan jenis yang hanya
ditemukan di satu tipe habitat saja Frekuensi jenis yang sering ditemukan adalah Rana chalconota (100%) dilanjutkan dengan Bufo asper, Limnonectes blythi, Limnonectes kuhlii,
Limnonectes malesianus, Rana nicobariensis, dan Polypedates leucomystax
masing-masing sebesar 80%. Di lokasi penelitian jenis Rana chalconota di
temukan disemua tipe habitat. Jenis yang paling sedikit ditemukan adalah
Ansonia leptopus, Bufo parvus, Leptophryne borbonica, Leptobrachium hasseltii,
Microhyla borneensis, Huia sumatrana, Limnonectes microdiscus, Limnonectes
paramacrodon, Polypedates colletii, Polypedates otilopus, Rhacophorus
cyanopunctatus, Rhacophorus nigropalmatus, Rhacophorus reinwardtii,
Rhacophorus sp.1, dan Rhacophorus sp.2 masing-masing sebesar 20%. Jenis27
jenis ini hanya ditemukan di satu tipe habitat saja
Sebaran jenis Anura saat pengamatan bervariasi. Ansonia leptopus
ditemukan di hutan sekunder. Jenis ini ditemukan di sisi sungai di vegetasi
tumbuhan bawah atau di ranting pohon. Bufo asper ditemukan di sisi sungai
atau danau. Jenis ini memiliki selaput renang yang penuh (Iskandar 1998). Hal ini
menunjukan bahwa Bufo asper lebih bersifat akuatik daripada terestrial. Berbeda
dengan Bufo asper, Bufo divergens juga di temukan di sekitar danau dan sungai.
Namun, jika dilihat dari selaputnya yang tidak penuh jenis ini lebih terestrial
daripada akuatik. Bufo parvus ditemukan di serasah hutan tipe habitat primer
jauh dari perairan. Jenis ini telah beradaptasi dengan habitat terestrial dengan
ditandakan selaput kaki yang tidak penuh. Leptophryne borbonica di temukan di
sepanjang sungai hutan primer dengan substrat batu atau kayu roboh. Arus air
sungai di hutan primer sedang dan jernih. Jenis ini dapat ditemukan dalam
jumlah banyak di air yang jernih (Iskandar 1998).
Tipe selaput pada (a) Bufo asper dan (b) Ansonia leptopus
Megophrys nasuta dan Leptobrachium hasseltii merupakan jenis terestrial
jika dilihat dari selaputnya. Jenis ini biasanya dijumpai di serasah hutan. Katak ini
tersaru dengan serasah untuk bertahan hidup (Iskandar 1998). Katak ini juga
mengunjungi sungai kecil sampai medium untuk berkembang biak dan meletakan
telurnya di tempat yang sepi (Inger & Stuebing 1997).

Jenis-jenis Rana chalconota merupakan jenis yang ditemukan di semua
tipe habitat yang diamati. Rana chalconota memiliki selaput kaki yang penuh, ini
menandakan jenis ini lebih menyukai habitat akuatik. Jenis ini dapat tinggal di
habitat yang terdapat air, bahkan dari dataran rendah sampai ketinggian lebih
dari 1200 mdpl (Iskandar 1998). Rana erythraea dan Rana nicobariensis biasa
berasosiasi dengan Rana chalconota di habitat akuatik danau. Ketiga jenis ini
dapat dijumpai bertengger diantara rerumputan yang ada di sisi danau. Rana
hosii lebih menyukai sungai daripada danau. Rana hosii biasanya selalu
berhubungan dengan sungai (Iskandar 1998) dan tinggal di sungai yang jernih
dan sungai besar (Inger 2005). Rana picturata ditemukan di sepanjang sungai
yang berarus sedang di hutan primer dan hutan sekunder (Mistar 2003). Jenis ini
biasa bertengger di ranting-ranting sisi sungai ± 20 sampai 50 cm dari
permukaan air.

Huia sumatrana merupakan jenis yang hidup di sungai yang berarus deras,
jernih dan berbatu (Mistar 2003). Namun, jantan jenis ini ditemukan di habitat
terestrial, bertengger di atas tumbuhan bawah ± 40 cm di atas permukaan tanah.
Dari habitat akuatik ± 30 m berupa danau, tidak berupa sungai yang berarus
deras.
Tipe selaput pada (a) Rana chalconota, (b) Rana erythraea, dan
(c) Rana nicobariensis
Fejervarya limnocharis lebih sering ditemukan di darat seperti jalan logging
dan di atas tanah dari pada di perairan. Jenis ini memiliki selaput yang tidak
penuh, berbeda dengan jenis Fejervarya cancrivora yang biasa hidup di sawah.
Occidozyga sumatrana merupakan katak akuatik. Biasa ditemukan di
dalam danau atau di genangan air. Mistar (2003) menemukan Occidozyga
sumatrana di hutan areal bekas tebangan dan kebun karet sama seperti yang
ditemukan di lokasi penelitian.

Limnonectes crybetus, Limnonectes blythi, dan Limnonectes kuhlii sering
ditemukan di atas permukaan tanah di sisi sungai. Ketiga jenis ini memiliki
selaput yang penuh yang menandakan jenis tersebut lebih menyukai habitat
akuatik. Limnonectes microdiscus merupakan katak yang tinggal di lantai hutan
(Inger 2005). Jenis ini ditemukan di atas daun dengan ketinggian ± 50 cm dari
permukaan sungai saat masih kecil. Limnonectes malesianus saat berukuran
kecil lebih sering di temukan di serasah hutan. Namun, setelah dewasa katak ini
selalu di temukan di perairan seperti diam di atas kayu atau tanah. Setelah di
tangkap katak ini mengeluarkan makanannya berupa kepiting. Inger & Stuebing
(1997) menyatakan bahwa jenis ini makan invertebrata dan katak kecil.
Limnonectes paramacrodon ditemukan di serasah di sisi sungai dengan substrat
sungai pasir.

Kalophrynus pleurostigma dan Microhyla borneensis ditemukan di serasah
hutan. Kalophrynus pleurostigma terkadang ditemukan di dekat genangan air.
Kedua jenis ini tinggal di lantai hutan dan bertelur di genangan air di dalam hutan
(Inger & Stuebing 1997).

Polypedates colletii ditemukan di batang tumbuhan bawah. Polypedates
leucomystax ditemukan di terestrial, namun lebih sering ditemukan di danau di
antara rumput-rumput. Jenis ini berasosiasi dengan Rana nicobariensis, Rana
erythraea, dan Rana chalconota. Sama seperti Polypedates leucomystax,
Polypedates macrotis lebih sering ditemukan di habitat akuatik daripada habitat
terestrial. Di lokasi pengamatan ditemukan jenis ini sedang amplexus di pinggiran
danau. Polypedates otilopus jantan bersuara dari vegetasi di sekitar kolam
dengan air yang tidak mengalir (Inger & Stuebing 1997). Jenis ini ditemukan di
batang kitrinyu (Eupatorium sp.) dengan ketinggian mencapai 2,5 m dari
permukaan air danau. Jenis ini kadang berasosiasi dengan jenis lain seperti
Polypedates macrotis dan Rhacophorus pardalis (Mistar 2003). Saat
pengamatan jenis ini ditemukan secara bersamaan di lokasi yang sama.
Rhacophorus sp.1 dan Rhacophorus cyanopunctatus ditemukan di aliran
sungai dan diam di daun atau batang tumbuhan bawah. Habitat yang disukai
adalah bagian sungai yang berarus lambat.

Rhacophorus nigropalmatus dan Rhacophorus reinwardtii sering ditemukan
di kubangan-kubangan bekas babi. Kedua jenis dapat memanjat sampai
ketinggian ± 4 m di atas permukaan tanah bahkan lebih. Di lokasi penelitian
Rhacophorus nigropalmatus lebih menyukai kebun karet dan Rhacophorus
reinwardtii lebih menyukai hutan primer dan hutan sekunder. Rhacophorus sp.2
ditemukan di areal bekas tebangan yang agak jauh dari perairan. Jenis ini
bertengger di ranting tumbuhan bawah.

Deskripsi jenis amfibi yang ditemukan di Eks-HPH PT RKI
Famili Bufonidae

1.      Ansonia leptopus G√ľnther, 1872


Nama Inggris : Brown Slender Toad
Deskripsi : Kodok bertubuh ramping dan berbitil.
Kodok berwarna coklat kehitaman. Jantan
memiliki SVL 30-40mm dan betina 45-65mm.
Habitat : Terdapat didataran rendah pada
ketinggian 50-700 mdpl.
Penyebaran : Semenanjung Malaysia, Indonesia
(Kalimantan dan Sumatera)
Penyebaran di Ex-HPH PT RKI : Terdapat di
tipe habitat hutan sekunder
Status : Near Threatened (NT)











2. Bufo asper Gravenhorst, 1829


Nama Inggris : River Toad
Deskripsi : Kodok berukuran besar dan kuat.
Tekstur kulit berbintil kasar dengan warna coklat
tua sampai kehitaman. Jari kaki berselaput
renang penuh sampai ujung kecuali jari ke
empat.
Habitat : Kodok ini dapat dijumpai di sepanjang
sungai dan anak sungai. Keluar pada malam
hari dan siang hari bersembunyi.
Penyebaran : Thailand, Myanmar, Indonesia
(Sumatera, Kalimantan, Jawa dan Sulawesi)
Penyebaran di Ex-HPH PT RKI : Terdapat di hutan primer, hutan sekunder, kebun karet dan bekas tebangan
Status : Least Concern (LC)
2.      Bufo divergens Peters, 1871


Nama Inggris : -
Deskripsi : Kodok berukuran kecil, kulit berbintil
kasar, pada bagian kepala terdapat sepasang
supraorbital dan memiliki garis yang terang dari
ujung moncong hingga kloaka.
Habitat : kodok ini hidup di hutan primer dan
sekunder tua ketinggian 700 mdpl.
Penyebaran : Thailand, Semenanjung Malaysia,
Myanmar bagian selatan, Kamboja, Singapura,
dan Indonesia (Sumatra, Pini dan Java).
Penyebaran di Ex-HPH PT RKI : Ditemukan di
hutan sekunder, kebun karet, dan kebun sawit.
Status : Least Concern (LC)
3.      Bufo parvus Boulenger, 1887


Nama Inggris : Lesser Toad
Deskripsi : Kodok berukuran kecil, terdapat alur
supraorbital dan sepasang alur parietal. Paratoid
tidak disertai benjolan. Moncong pendek.
Habitat : Ditemukan di hutan primer dataran
rendah dan daerah yang tidak tercemar
Penyebaran : Thailand, Semenanjung Malaysia,
Myanmar, Kamboja dan Indonesia (Sumatera,
Pini dan Jawa)
Penyebaran di Ex-HPH PT RKI : Hanya
ditemukan di hutan primer
Status : Least Concern (LC)

5. Leptophryne bobonica Tschudi, 1838

Nama Inggris : Hourglass Toad
Deskripsi : Kodok kecil, kelenjar paratoid tidak
jelas. Terdapat tanda berbentuk seperti jam pasir
di bagian belakang dan tanda berbentuk segitiga
di belakang mata. Warna cokelat keabuan dan
belakang paha kemerahan.
Habitat : Kodok ini terdapat di daerah yang
basah dengan air jernih dengan aliran lambat.
Penyebaran : Semenanjung Malaysia, Thailand,
dan Indonesia (Sumatera, Kalimantan dan Jawa)
Penyebaran di Ex-HPH PT RKI : Hanya
ditemukan di hutan primer
Status : Least Concern (LC)

Famili Megophrydae
6. Leptobrchium hasseltii Tschudi, 1838

Nama Inggris : Hasselt’s Litter Frog
Deskripsi : Katak berukuran sedang sampai
besar. Kepala dan mata besar. Tekstur kulit
halus, punggung kehitaman dengan bercakbercak
bulat yang lebih gelap, permukaan perut
keputih-putihan dengan bercak hitam.
Habitat : Katak ini hidup di lantai hutan pada
hutan primer dan sekunder.
Penyebaran : Filipina (Palawan, Mindoro, Bohol,
Basilan, dan Mindanao) dan Indonesia (Jawa,
Sumatera, dan Kengean)
Penyebaran di Ex-HPH PT RKI : Hanya ditemukan di kebun karet
Status : Least Concern (LC)
Photo by: Boby Darmawan
Ph7. Leptobrachium hendricksoni Taylor, 1962

Nama Inggris : Spotted Litter Frog
Deskripsi : Katak berukuran sedang sampai
besar. Kepala dan mata besar. Katak ini mirip
dengan L. hasseltii, tetapi memiliki mata
berwarna merah.
Habitat : Katak ini hidup di hutan primer sampai
kebun karet.
Penyebaran : Thailand, Malaysia, dan Indonesia
( Sumatera dan Kalimantan)
Penyebaran di Ex-HPH PT RKI : Hanya
ditemukan di hutan primer
Status : Least Concern (LC)


8. Megophrys nasuta Schlegel, 1858


Nama Inggris : Horned Frog
Deskripsi : Katak berukuran sedang sampai
besar. Mata tertutup oleh kelopak perpanjangan
dermal mata dan moncong. Tekstur kulit halus
berwarna coklat kemerahan. Katak ini sangat
mirip dengan serasah daun kering.
Habitat : Katak ini hidup di lantai hutan dataran
rendah dan submontana.
Penyebaran : Thailand, Semenanjung Malaysia,
Pulau Tioman, Singapura, dan Indonesia
(Sumatera, Bintan, Kalimantan dan Pulau
Natuna)
Penyebaran di Ex-HPH PT RKI : Ditemukan di
hutan sekunder, kebun karet, dan kebun sawit.
Status : Least Concern (LC)

Famili Microhylidae

9. Kalophrynus pleurostigma Tschudi, 1838

Nama Inggris : Red Sided Sticky Frog
Deskripsi : Katak bermulut sempit berukuran
sedang, mulut runcing. Kulit tertutup bintil-bintil
kecil dan mempunyai kelenjar yang
mengeluarkan cairan lengket. Warna coklat
kemerahan.
Habitat : Katak ini hidup di lantai hutan antara
serasah.
Penyebaran : Filipina, Semenanjung Malaysia,
Thailand, Singapura, dan Indonesia (Sumatera,
Kalimantan, Pulau Natuna, dan Jawa).
Penyebaran di Ex-HPH PT RKI : Ditemukan di hutan sekunder, kebun karet, dan kebun sawit.
Status : Least Concern (LC)
10. Microhyla borneensis Parker, 1928

Nama Inggris : Bornean Narrow-mouthed Frog
Deskripsi : Katak berukuran kecil dengan kulit
halus. Telinga tidak terlihat. Katak ini berwarna
abu-abu sampai coklat di dorsal.
Habitat : Katak ini ditemukan di hutan primer
dataran rendah. Katak dewasa hidup di lantai
hutan. Hidup pada ketinggian 70-550 mdpl.
Penyebaran : Thailand, Semenanjung Malaysia,
dan Indonesia (Kalimantan dan Sumatera)
Penyebaran di Ex-HPH PT RKI : Hanya
ditemukan di hutan sekunder
Status : Least Concern (LC)

11. Microhyla heymonsi Vogt, 1911

Nama Inggris : Dark Sided Chorus Frog
Deskripsi : Katak berukuran kecil. Tekstur kulit
halus berwarna abu-abu dengan garis hitam
memanjang dari ujung moncong sampai kunci
paha (groin).
Habitat : Katak ini hidup di hutan primer, hutan
sekunder, sawah sampai belukar.
Penyebaran : Cina, Myanmar, Thailand, Laos,
Vietnam, Kamboja, Semenanjung Malaysia,
Singapura dan Indonesia
Penyebaran di Ex-HPH PT RKI : Hanya
ditemukan di bekas tebangan
Status : Least Concern (LC)


Famili Ranida
12. Fejervarya limnocharis Gravenhorst, 1829


Nama Inggris : Grass Frog
Deskrips : Katak berukuran kecil, kepala
runcing dan jari kaki setengah berselaput
sampai pada ruas terakhir. Tekstur kulit
berkerut, tertutup oleh bintil-bintil tipis yang
biasanya memanjang, pararel dengan sumbu
tubuh. Warna kulit kotor seperti lumpur dengan
bercak-bercak yang lebih gelap yang kurang
jelas tetapi simetris, terkadang dengan warna
merah kehijauan dan sedikit semu kemerahan.
Habitat : Katak ini hidup di sawah dan padang
rumput di dataran rendah.
Penyebaran : Bangladesh, India, Indonesia,
Penyebaran di Ex-HPH PT RKI : kebun sawit dan bekas tebangan
Status : Least Concern (LC)

13. Huia sumatrana Yang, 1991

Nama Inggris : Sumatran Torrent Frog
Deskripsi : Katak berukuran sedang dengan
kaki yang ramping dan panjang bila
dibandingkan dengan jenis katak lain. Tekstur
kulit halus berwarna coklat pada bagian atas.
Habitat : Katak ini hidup di sungai yang berarus
deras, berbatu dan berair jernih pada
ketinggian 200-1200 mdpl.
Penyebaran : Endemik Sumatera
Penyebaran di Ex-HPH PT RKI : Hanya
ditemukan di kebun sawit
Status : Least Concern (LC)

14. Limnonectes blythi Boulenger, 1920

Nama Inggris : Blyth's River Frog
Deskrips : Katak berukuran besar, kaki
belakang panjang dan kuat, moncong tajam.
Kulit halus dengan warna merah sampai
coklat. Terdapat garis berwarna coklat gelap
dari hidung sampai mata. Jantan memiliki
kepala yang lebih besar daripada betina.
Habitat : Terdapat di hutan primer sampai
hutan sekunder
Penyebaran : Vietnam, Laos, Kamboja,
Thailand, Semenanjung Malaysia, dan
Indonesia (Sumatera, Pulau Anambas dan
Pulau Natuna).
Penyebaran di Ex-HPH PT RKI : Ditemukan di hutan primer, hutan sekunder, kebun karet.
Status : Near Threatened (NT)

15. Limnonectes crybetus

Nama Inggris : -
Deskripsi : Katak berukuran sedang dengan
warna coklat dengan bercak hitam. Jari kaki
berselaput penuh.
Habitat: Ditemukan di sungai hutan primer dan
hutan sekunder.
Habitat : Katak ini ditemukan di sungai yang
tidak terganggu dataran rendah.
Penyebaran di Ex-HPH PT RKI : Ditemukan di
hutan primer dan sekunderPhoto by: Boby Darmawan
16. Limnonectes kuhlii Tschudi, 1838


Nama Inggris : Kuhl's Creek Frog
Deskripsi : Katak yang tambun (gemuk), kepala
lebar,pelipis berotot, terutama pada yang
jantan, jari berselaput sampai ke ujung jari. Kaki
sangat pendek dan berotot. Tekstur kulit sangat
berkerut, tertutup rapat oleh bintil-bintil
berbentuk bintang yang tersebar di seluruh
permukaan tubuh. Lipatan supratimpanik
sangat jelas. Warna hitam marmer di seluruh
bagian dorsum sampai kehitaman.
Habitat : Katak ini hidup di perairan yang
mengalir perlahan atau tenang.
Penyebaran : Utara Cina sampai Semenanjung Malaysia, dan Indonesia (Jawa dan Sumatera)
Penyebaran di Ex-HPH PT RKI : Ditemukan di hutan primer, hutan sekunder, kebun karet, dan
kebun sawit.
Status : Least Concern (LC
17. Limnonectes malesianus Kiew, 1984

Nama Inggris : Peat Swamp Frog
Deskripsi : Katak berukuran besar, kaki
belakang berselaput renang tidak penuh,
timpanum jelas, warna coklat kemerahan.
Terdapat garis tipis dari moncong sampai
kloaka.
Habitat : Terdapat di hutan primer, hutan
sekunser dan kebun karet pada ketinggian 50-
300 mdpl.
Penyebaran : Thailand, Semenanjung
Malaysia, dan Indonesia (Sumatera and
Kalimantan)
Penyebaran di Ex-HPH PT RKI : Ditemukan di hutan sekunder, kebun karet, kebun sawit,
bekas tebangan
Status : Near Threatened (NT)

18. Limnonectes microdiscus Boettger, 1892

Nama Inggris : Pygmy Creek Frog
Deskripsi : Katak berukuran kecil dengan tanda
V terbalik berwarna hitam yang jelas pada bahu.
Anggota tubuh cenderung panjang dan ramping.
Jari kaki dengan dua ruas jari tidak berselaput.
Tekstur kulit licin tanpabintil-bintil. Warna coklat
kemerahan.
Habitat : Katak ini hidup terbatas pada daerah
hutan dari dataran rendah sampai ketinggian
1400 mdpl.
Penyebaran : Jawa dan Sumatera
Penyebaran di Ex-HPH PT RKI : Hanya terdapat di hutan sekunder
Status : Least Concern (LC)

19. Limnonectes paramacrodon Inger, 1966

Nama Inggris : Masked frog
Deskripsi : Katak berukuran sedang sampai
besar. Timpanum jelas dan barwarna hitam.
Jari kaki kecuali jari ke empat memiliki selaput
penuh.
Habitat : Terdapat di anak sungai hutan primer
Penyebaran : Semenanjung Malaysia dan
Indonesia (Sumatera, Kalimantan, dan Natuna
Besar)
Penyebaran di Ex-HPH PT RKI : Hanya
ditemukan di kebun karet
Status : Near Threatened (NT)

20. Occidozyga sumatrana Peters, 1877

Nama Inggris : Sumatran Puddle Frog
Deskripsi : Katak berukuran kecil, jari kaki
berselaput penuh. Kulit berbintil dan tympanum
tersembunyi.
Habitat : Tedapat di kolam, genangan air di
dalam hutan atau bekas tebangan.
Penyebaran : Endemik Sumatera
Penyebaran di Ex-HPH PT RKI : Ditemukan di
kebun karet, kebun sawit, dan bekas tebangan.
Status : Least Concern (LC)

21. Rana chalconota Schlegel, 1837

Nama Inggris : White-lipped Frog
Deskripsi : Katak berukuran kecil sampai
sedang. Jari kaki berselaput penuh sampai ke
ujung dan paha bagian bawah berwarna
kemerahan. Bibir berwarna putih. Kulit biasanya
berwarna abu-abu kehijauan sampai coklat
kekuningan.
Habitat : Katak ini hidup di hutan primer sampai
pemukiman.
Penyebaran : Indonesia (Sumatera, Jawa, Bali,
Kalimantan, dan Sulawesi) dan Semenanjung
Malaysia
Penyebaran di Ex-HPH PT RKI: Ditemukan di semua tipe habitat
Status : Least Concern (LC)

22. Rana erythraea Schlegel, 1837

Nama Inggris : Green Paddy Frog
Deskripsi : Katak berukuran sedang dengan
lipatan dorsolateral yang jelas berwarna kuning
gading. Kaki berselaput penuh. Kulit berwarna
hijau di antara lipatan dorsolateral.
Habitat : Katak ini biasa hidup di genangan
seperti danau.
Penyebaran : Indo-Cina sampai ke Filipina,
Sumatera, Jawa dan Kalimantan
Penyebaran di Ex-HPH PT RKI : Ditemukan di
hutan sekunder, kebun sawit, dan bekas
tebangan
Status : Least Concern (LC)


23. Rana hosii Boulenger, 1891

Nama Inggris : Poisonous Rock Frog
Deskripsi : Katak berukuran sedang sampai
besar dan bertubuh ramping. Jari kaki belakang
berselaput penuh. Kulit berwarana hijau dengan
sisi tubuh biasanya hitam. Kulit dapat
mengeluarkan racun yang berbau busuk.
Habitat : Katak ini hidup di hutan primer dan
hutan sekunder.
Penyebaran : Thailand, Malaysia, dan
Indonesia (Sumatera, Jawa, dan Kalimantan)
Penyebaran di Ex-HPH PT RKI : Ditemukan di
hutan primer dan hutan sekunder.
Status : Least Concern (LC)


24. Rana luctuosa Peters, 1871

Nama Inggris : Mahogany Frog
Deskripsi : Katak berukuran kecil sampai
sedang. Tympanum terlihat jelas. Kulit halus
dengan dorsal berwarna coklat tua dan memiliki
garis putih yang membatasi dorsal dan samping
tubuh katak.
Habitat : Jenis ini merupakan katak serasah
yang terdapat di dataran rendah dan
submontana hutan primer.
Penyebaran : Thailand, Semenanjung
Malaysia, dan Indonesia (Sumatera dan
Kalimantan)
Penyebaran di Ex-HPH PT RKI : Hanya
ditemukan di hutan primer
Status : Least Concern (LC)
Photo by: Boby Darmawan
Photo by: Boby Darmawan
Photo by: Boby Darmawan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar